TY - BOOK
T1 - Strategi tumpang sari perkebunan kelapa Sawit untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, partisipasi masyarakat lokal, dan penghidupan petani kecil: pembelajaran dari bengkulu dan kalimantan selatan
AU - Slingerland, Maja
AU - Tarigan, Suria
AU - Sumantri, Ika
AU - Sudradjat, Nahrowi
AU - Suwarno, Aritta
AU - Purnomo, Joko
AU - Woittiez, Lotte
AU - de Vos, Rosa
AU - Yanda, Jusrian
AU - Verhagen, Jan
AU - Hadi Dharmawan, Arya
AU - Y Suradireja, Diah
A2 - Hariyadi, null
A2 - Anggraini, Eva
A2 - Majiidu, Muhammad
A2 - Noerfitriani Muzzayyanah, Puput
A2 - Permata, Mei Kartika
N1 - Policy Brief
PY - 2024/10/30
Y1 - 2024/10/30
N2 - Perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah seperti Bengkulu dan Kalimantan Selatan. Namun, tahun-tahun awal ketika pohon kelapa sawit belum produktif menyebabkan sebagian besar lahan tidak dimanfaatkan secara optimal. Sistem tumpang sari—menanam tanaman pangan atau pakan di antara barisan kelapa sawit muda— merupakan salah satu metode untuk mengatasi masalah tersebut. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, memberikan pendapatan tambahan bagi petani kecil, dan mengurangi dampak lingkungan karena mengurangi kebutuhan untuk pembukaan lahan baru. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, seperti tanpa kelaparan, pengentasan kemiskinan, kehidupan di darat, dan aksi terhadap perubahan iklim, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di komunitas pedesaan. Namun, implementasi tumpang sari di perkebunan kelapa sawit masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses modal bagi petani kecil, akses pasar untuk hasil panen, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, dan kebutuhan pelatihan dalam pertanian tumpang sari. Perkebunan besar swasta juga cenderung menolak tumpang sari karena kekhawatiran akan persaingan antar komoditas dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanah, dan gangguan terhadap operasi manajemen perkebunan. Salah satu solusinya adalah menghubungkan petani kecil dan perkebunan besar swasta dengan investor, pemasok input, pendamping teknis, dan pembeli hasil panen melalui kemitraan antara pemerintah, LSM, sektor swasta, dan lembaga pengetahuan. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk mempromosikan tumpang sari melalui insentif, peningkatan infrastruktur, pedoman yang jelas, dan dukungan akses pasar akan signifikan meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan petani kecil
AB - Perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah seperti Bengkulu dan Kalimantan Selatan. Namun, tahun-tahun awal ketika pohon kelapa sawit belum produktif menyebabkan sebagian besar lahan tidak dimanfaatkan secara optimal. Sistem tumpang sari—menanam tanaman pangan atau pakan di antara barisan kelapa sawit muda— merupakan salah satu metode untuk mengatasi masalah tersebut. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, memberikan pendapatan tambahan bagi petani kecil, dan mengurangi dampak lingkungan karena mengurangi kebutuhan untuk pembukaan lahan baru. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, seperti tanpa kelaparan, pengentasan kemiskinan, kehidupan di darat, dan aksi terhadap perubahan iklim, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di komunitas pedesaan. Namun, implementasi tumpang sari di perkebunan kelapa sawit masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses modal bagi petani kecil, akses pasar untuk hasil panen, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, dan kebutuhan pelatihan dalam pertanian tumpang sari. Perkebunan besar swasta juga cenderung menolak tumpang sari karena kekhawatiran akan persaingan antar komoditas dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanah, dan gangguan terhadap operasi manajemen perkebunan. Salah satu solusinya adalah menghubungkan petani kecil dan perkebunan besar swasta dengan investor, pemasok input, pendamping teknis, dan pembeli hasil panen melalui kemitraan antara pemerintah, LSM, sektor swasta, dan lembaga pengetahuan. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk mempromosikan tumpang sari melalui insentif, peningkatan infrastruktur, pedoman yang jelas, dan dukungan akses pasar akan signifikan meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan petani kecil
UR - https://edepot.wur.nl/704232
U2 - 10.18174/704232
DO - 10.18174/704232
M3 - Report
BT - Strategi tumpang sari perkebunan kelapa Sawit untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, partisipasi masyarakat lokal, dan penghidupan petani kecil: pembelajaran dari bengkulu dan kalimantan selatan
PB - SustainPalm
CY - Netherlands
ER -